Blogger Templates by Blogcrowds

Memang setiap muslim bersaudara. Tapi itu tidak menafikan perbedaan sudut pandang, friksi, fraksi, bahkan perang. Maka ada larangan-larangan yang terkait dengan sikap sosial, ada perintah ishlah, dan ada pedoman-pedoman menengahi pertikaian.

Abu Darda ra pernah dikritik oleh Salman ra. Abu Darda keranjingan qiyamul lail. Sepanjang malam. Mengabaikan hak dirinya dan istrinya. Terjadi perbedaan sudut pandang di antara mereka. Dan 'Benar kau, Salman..'. Pandangan Salman dibenarkan.

Keranjingan qiyamul lail saja tak luput dari kritik.

Bagaimana dengan keranjingan gadget, game, hobby, komunitas, medsos, gaya hidup, trend, mode, tehnologi, perempuan-perempuan, anak-anak, kendaraan, rumah tanah, bisnis, perjalanan, traveling, kuliner, jabatan, pangkat, mobilitas vertikal, dakwah kultural, dakwah siyasi, kekuasaan, dan lainnya?

Dan kita lebih banyak mendiamkan.

Mending kagak nyenggol..

Mending selamat-selamat, makan-makan, duduk-duduk, jalan-jalan, dukung-mendukung, haha-haha, dan hihi-hihi.

Tiga orang sahabat bertamu lalu bertanya hal ikhwal rasul, kemudian terbentuk tekad. Yang satu hendak qiyamul lail sepanjang malam, satu lagi mau puasa terus, dan satu lagi gak mau kawin. Belum kesampaian, belum terlaksana, sudah ada pencegahan dan klarifikasi. Tidak dibiarkan.

Itu tekad yang salah yang terkait hal-hal ukhrowi.

Lalu bagaimana kita yang kecenderungannya tak sehebat mereka? Lalu bagaimana?

Ukhuwah kita tak boleh cuma basa-basi. Saya tidak menafikan adab-adab kritik. Tapi ketidakmauan dan ketidakmampuan mengkritik bukanlah hal yang tidak perlu ditulis.


Setiap orang di antara kita tidak pernah dipaksa oleh Allah;

Allah subhanahu wa ta'ala beri kita kebebasan.
Kita tidak pernah dipaksa untuk beribadah.

Kita tidak pernah dipaksa untuk menjauhi larangan Allah.
Allah pun tidak pernah memaksa kita untuk memilih surga dan meninggalkan maksiat.

Allah begitu adil hingga memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk memilih: baik atau buruk.
Bersyukurlah jika Allah gerakkan hati kita untuk
menjemput hidayah-Nya, dan alhamdulillaah kalau ada di antara kita masih tetap memilih berjuang di jalan Allah.

Semoga kita dijadikan hamba yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan tak pernah luput mengucap syukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.

Ingatlah selalu bahwasanya waktu akan terus berlalu, umur kita terus berkurang, dan kita semakin dekat untuk pulang kepada Allah subhanahu wa ta'ala, maka jangan pernah sia-siakan peluang amal shaleh.
Karena masing-masing orang dari kita akan dihisab oleh Allah subhanahu wa ta'ala; apa yang kita lakukan itulah yang akan kita temukan.
Baik ya baik, buruk ya buruk.

Semua janji Allah pasti akan datang, sebagaimana Allah telah sampaikan dalam QS. Az-Zumar ayat 20 bahwa Allah tidak akan memungkiri janji(-Nya).

Allah janjikan pahala, pasti Allah kasih .
Allah janjikan surga, pun pasti akan Allah berikan.

Maka dari itu, berdoalah untuk terus diteguhkan dalam perjuangan ini. Lillahi ta'ala❤......

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,

Bila dua orang saling mencintai di jalan Allah, masalah duniawi tak akan memutuskan hubungan mereka berdua.

Mereka membangun hubungan di atas kecintaan di jalan Allah.
Maut yang akan memisahkan.

Bahkan, andai salah satu berbuat salah terhadap yang lain atau dia tidak menunaikan hak-haknya, maka dia tak ambil pusing.

Sumber: Syarah Riyadhush Shalihin, 3:26.






قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله: المتحابين في الله لا يقطع محبتهم في الله شيء من أمور الدنيا،وإنما هم متحابون في الله لا يفرقهم إلا الموت،حتى لو أن بعضهم أخطئ على بعض،أو قصَّر في حق بعض،فإن هذا لايهمهم… ((شرح رياض الصالحين 3/26))







Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda