Blogger Templates by Blogcrowds

Ma'rifatur Rasul. Ma'rifah itu mengenal, mengenali, atau memahami. Ma'rifatur rasul adalah mengenali rasulullah Muhammad saw.

Hajatul Insan ila Rasul. Hajat itu kebutuhan. Insan itu manusia. Hajatul Insan ila Rasul adalah pelajaran yang mengungkap dorongan fitrah yang membutuhkan keberadaan rasul dalam kehidupan manusia. Rasul adalah kebutuhan.

Seperti kebutuhan bertuhan, begitulah kebutuhan kehidupan manusia untuk berrasul.

Kehidupan yang teratur, saling menghormati, dan adil hanya akan ada jika kebutuhan manusia untuk bertuhan dan berrasul tak dimanipulasi oleh apapun.

Rasul adalah kebutuhan manusia dan kehidupan.

Sejatinya, manusia ini punya dorongan kuat untuk bertuhan dan berrasul yang sangat kuat. Perlu organisasi dan menejemen yang luar biasa rapi untuk memanipulasi dorongan itu.

Di dalam jiwa manusia ada dorongan untuk bisa membenarkan apa yang disampaikan oleh seorang yang dianggap hebat, untuk menaatinya, untuk menjalankan perintahnya, dan untuk menjauhi larangannya. Ada kenikmatan tersendiri pada jiwa manusia ketika bisa menjadi pengikut orang hebat.

Tuhan tahu itu. Maka diutuslah seorang manusia untuk menjadi pemimpin yang dikagumi, diagungkan, ditaati, diikuti, dan ditiru-tiru.

Kalau tak sepakat dengan rasul pilihan tuhan, manusia akan tetap mencari orang hebat untuk diikuti, dibenarkan, ditaati, didengar arahannya, dikagumi perihalnya, ditiru-tiru gayanya, dibela, dan semacamnya.

Jika masih ada marah karena celaan,
Jika masih ada kecewa karena tak dihargai,
Jika masih ada sedih karena dilukai,


Bisa jadi disebabkan apa yang kita lakukan
belum sepenuhnya karena Allah,
Namun masih karena manusia..
Berharap pujian, penghargaan manusia.


Sehingga ketika harapan tak terwujud,
muncul rasa-rasa itu: marah, sedih, kecewa.

Cobalah lakukan semua karena Allah,
insyaa Allah ikhlas akan reaksi manusia,

Karena yakin janji Allah:
bahwa semua perbuatan akan kembali pada pelakunya.



__


"Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri.

Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.." (QS. Al Israa 17:7)

 
Begitulah Rasulullah mengajarkan.
Kisah paling mengharukan tentang pengaduan beliau terjadi setelah dakwah ke Thaif.
Dakwah ditolak, beliau dicaci maki, diusir dan dilempari batu hingga terluka dan berdarah-darah.


Dengarlah pengaduannya kepada Allah yang mengundang derai air mata orang yang mencintainya:

“Ya Allah, kepadaMu aku mengadukan lemahnya kekuatanku, terbatasnya daya upayaku, dan kerendahanku di hadapan manusia. Wahai Tuhan yang Maha Penyayang, Engkaulah Tuhan orang-orang yang lemah.

Engkaulah Tuhanku. Kepada siapa Engkau serahkan daku? Kepada orang jauh yang menganiaya aku? Ataukah kepada orang-orang yang dekat yang Engkau biarkan dia menguasaiku? Selama Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli.

Akan tetapi, MaafMu lebih luas untukku. Aku berlindung dengan cahaya wajahMu yang menerangi kegelapan dan memperbaiki urusan dunia dan akhirat; jangan Engkau timpakan murkaMu kepadaku.
KepadaMu aku kembali hingga Engkau ridha; dan tiada daya dan upaya kecuali dengan bantuanMu”

Seperti titah Allah dalam surat Al Baqarah ayat 45, Rasulullah juga biasa mengadu kepada Allah dengan shalat.
Abu Daud merekam kebiasaan beliau itu dalam sebuah hadits yang berderajat hasan:

“Apabila Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam ditimpa suatu perkara, maka beliau langsung shalat.”

Maka jika engkau memiliki masalah, mengadulah. Mengadu saja kepadaNya dengan doa dan shalatmu.
Dia tidak pernah membatasi pengaduan pada masalah dakwah saja. Apa saja persoalanmu, baik dunia atau akhirat, Dia akan mendengarkan semuanya dan Maha Kuasa untuk mengabulkan doa serta memberi jalan keluar; baik dengan cara biasa, atau dengan cara yang tidak engkau sangka-sangka.

Aku Tahu




Aku tahu bahwa hidup ini bukan selamanya..

Aku tahu bahwa setelah kematian akan ada kebangkitan..

Aku tahu bahwa di sana ada hisab dan perhitungan..

Tapi..

Aku bagaikan kura kura..

Yang berjalan tertatih-tatih..

Sementara jalan menuju surga terasa terjal..

Banyak aral yang melintang..

Ya Allah..

Engkau yang berfirman:

Apakah manusia mengira..

Akan dibiarkan berkata: kami beriman..

Sementara ia tidak diuji??

Al ankabut ayat 1



Ya..

Ujian pasti menerpa..

Menyaring keimanan..

Ya Rabbi..

Beri aku kekuatan..

DUNIA ini tak akan selamanya berada dalam ketenangan dan kenyamanan. Ada kalanya dunia ini hancur, bahkan tak ada lagi yang akan tersisa di dalamnya. Dunia akan kembali ke sedia kala, di mana semua rata tanpa ada penghias lagi di atasnya. Begitu pula dengan manusia. Ada saatnya manusia akan mengalami kematian, yakni kembali kepada Sang Ilahi meninggalkan dunia ini.

Kematian yang sudah pasti kedatangannya ini, seringkali dianggap hal yang sepele oleh kebanyakan orang. Mereka merasa bahwa hidup di dunia ini masih cukup lama. Untuk itu mereka berbuat sesuka hati selama hidup di dunia.

Padahal, telah kita ketahui bahwa dunia ini pun akan mati. Bahkan, sebelum dunia ini mati, mungkin kita dahulu yang pertama kali meninggalkan dunia. Lalu, apa yang telah kita persiapkan untuk menyambut kematian itu? Amalaln apa yang akan kita tunjukkan kepada Allah sebagai penguat bahwa kita layak mendapat keistimewaan di akhirat kelak?


Al Faqih berkata, “Barangsiapa yang merasa yakin dan mengetahui bahwa kematian pasti akan datang kepadanya, maka harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dengan senantiasa mengerjakan amal-amal perbuatan yang baik dan menjauhi amal-amal perbuatan yang buruk, karena seseorang tidak tahu kapan kematian itu akan datang.”

Nabi SAW menjelaskan penderitaan dan susahnya saat kematian sebagai nasihat kepada umatnya agar mempersiapkan diri untuk mati dan sabar dengan penderitaan dunia, karena sabar atas penderitaan dunia itu lebih ringan daripada mati, karena penderitaan mati itu termasuk siksa akhirat, dan siksaan akhirat itu jauh lebih berat daripada siksaan dunia.

Jadi, sebagai orang yang mengaku beriman kepada Allah, tentu tidak menginginkan kan merasakan pedihnya siksa akhirat? Tapi, hal itu akan kita rasakan, bahkan Rasulullah pun merasakan sakitnya saat kematian. Lalu, apakah kita mau diam saja setelah mengetahui hal tersebut? Tentu tidak bukan.

Oleh sebab itu, ingatlah selalu kematian di mana dan kapan pun. Namun, bukan dijadikan sebagai beban, melainkan pelajaran bagi diri kita bahwa hidup ini tidaklah selamanya. Sebelum kematian itu datang menjemput, ayo siapkan diri dengan sebaik-baiknya. Perbanyak amal perbuatan yang baik sebagai pemberat di timbangan nanti pada hari akhir. Wallahu ‘alam


Berikut ini akan disebutkan bacaan-bacaan dzikir setelah sholat fardlu, kemudian setelah semua disebutkan, akan diuraikan dalil-dalilnya:

1. Istighfar 3x

 أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ... أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ... أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Artinya: Aku memohon ampunan kepada Allah (3x)

2. Bacaan: Allaahumma antassalaam wa minkas salaam tabaarokta dzal jalaali wal ikroom

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Artinya: Yaa Allah Engkaulah as-Salaam dan dariMulah keselamatan. Maha Suci Engkau wahai pemilik kemulyaan dan kemurahan

Bacaan 1 dan 2 ini berdasarkan hadits Tsauban riwayat Muslim.

3. Bacaan tahlil berdasarkan hadits Abdullah bin az-Zubair:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Artinya: Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah satu-satunya tidak ada sekutu bagiNya. Hanya milikNyalah kekuasaan, dan untukNyalah pujian dan Dia Maha berkuasa di atas segala sesuatu. Tiada daya dan kekuatan kecuali atas (pertolongan) Allah. Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah, kami tidak menyembah kecuali kepadaNya. Ialah pemilik kenikmatan, bagiNya kemulyaan dan pujian yang baik. Tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dengan mengikhlaskan agama walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya

4. Bacaan tahlil  berdasarkan hadits al-Mughiroh bin Syu’bah

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Artinya: Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah satu-satuNya tiada sekutu bagiNya. MilikNyalah kekuasaan dan bagiNyalah pujian dan Dia Maha berkuasa di atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang bisa mencegah apa yang Engkau beri dan tidak ada yang bisa memberi apa yang Engkau cegah. Dan tidak bermanfaat pemilik kekayaan, kemewahan, karena dariMulah kekayaan itu

5. Bertasbih (subhaanallah: Maha Suci Allah), bertahmid (alhamdulillah: Segala puji bagi Allah) dan bertakbir (Allaahu Akbar: Allah yang terBesar). Ada beberapa jenis bacaan dan jumlahnya, yaitu:

a. Tasbih 33 x, tahmid 33 x, dan takbir 33x, diakhiri dengan ucapan: Laa Ilaaha Illallahu wahdahu laa syariika lah. Lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.

b. Subhaanallah walhamdulillah wallaahu akbar 33 x.

c. Tasbih 33x, tahmid 33x, takbir 34x

d. Tasbih 10x, tahmid 10x, takbir 10x

e. Tasbih 25x, tahmid 25x, takbir 25x, dan tahlil (Laa Ilaaha Illallaah) 25x

Bisa memilih salah satu dari jenis-jenis tersebut.

6. Membaca ayat kursi (Q.S al-Baqoroh ayat 255).

7. Membaca surat al-Ikhlash, surat al-Falaq, dan surat anNaas.

☑Khusus untuk setelah sholat Subuh ada tambahan:

1. Doa dalam hadits Ummu Salamah riwayat Ibnu Majah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Artinya: Yaa Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amalan yang diterima

2. Bacaan tahlil pada saat belum merubah posisi duduk selesai salam sebelum berbicara berdasarkan hadits beberapa Sahabat (Abu Dzar, Abu Ayyub, Abud Darda’) dibaca 10 kali:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah satu-satunya tidak ada sekutu bagiNya. MilikNyalah kekuasaan dan bagiNya pujian. Dia Yang Menghidupkan dan Mematikan, dan Dia Maha berkuasa di atas segala sesuatu

Bacaan ini dibaca setelah sholat Subuh dan Maghrib. Keutamaannya: tercatat 10 kebaikan, dihapus 10 keburukan, diangkat 10 derajat, seperti memerdekakan 4 budak, jika dibaca selesai Subuh sebagai penjagaan diri hingga Maghrib, jika dibaca selesai Maghrib sebagai penjagaan diri hingga Subuh.

(dikutip dari buku 'Fiqh Bersuci dan Sholat', Abu Utsman Kharisman)

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom


💐💐💐💐💐💐

🌴🍄

🌿قال النبي صلي الله عليه وسلم:

<>

:idea:قال القاضي يحتمل وجهين

أحدهما أن يستر معاصيه وعيوبه عن اذاعتها في أهل الموقف

والثاني ترك محاسبته عليها وترك ذكرها قال

🍂والاول أظهر لما جاء في الحديث
الآخر.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لا يستر الله علي عبد في الدنيا إلا ستره الله يوم القيامة

"Tidaklah Allah menutup aib seorang hamba di dunia melainkan nanti di hari kiamat Allah juga akan menutup aibnya."
[HR. Al-Imam Muslim no. 6537]

🌸Al-Imam Al-Qadhi 'Iyadh rahimahullahu ta'ala berkata:

🍀"Tentang ditutupnya aib si hamba di hari kiamat , ada dua kemungkinan.

📎1. Allah akan menutup kemaksiatan dan aibnya dengan tidak mengumumkannya kepada orang-orang yang ada di mauqif (padang mahsyar)

📎2. Allah ta'ala tidak akan menghisab aibnya dan tidak menyebut aibnya tersebut.

🌷Namun, kata al-Qadhi, sisi yang pertama lebih nampak karena adanya hadits lain.

📚Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, 16/360

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda